Siaran Pers
Pontianak, 04 September 2026.
Beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa air hujan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
terkontaminasi obat/bahan untuk pembenihan awan dan tidak layak digunakan oleh masyarakat. Informasi tersebut tidak benar (hoax)
dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D. menegaskan bahwa bahan yang
digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca telah melalui berbagai kajian ilmiah dan terbukti tidak menimbulkan dampak lingkungan
yang signifikan. Bahan yang umum digunakan dalam OMC antara lain natrium klorida (NaCl), kalium klorida (KCl), dan kapur tohor
sesuai dengan kebutuhan metode penyemaian yang dilakukan.
Perlu dipahami bahwa NaCl yang digunakan dalam OMC berfungsi sebagai bahan semai untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan
butir air di dalam awan. Secara prinsip, NaCl yang digunakan merupakan garam yang memiliki karakteristik serupa dengan garam dapur,
dengan perbedaan pada tingkat kemurnian dan ukuran partikelnya.
Keamanan dan efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca telah teruji melalui berbagai pelaksanaan di Indonesia untuk mendukung
penanggulangan bencana hidrometeorologi, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta peningkatan cadangan air
pada bendungan dan waduk. Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi yang dilakukan, penggunaan bahan semai tersebut tidak
terbukti menurunkan kualitas air secara signifikan.
Meskipun demikian, masyarakat perlu memahami bahwa kualitas air hujan pada kondisi tertentu dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan
yang berbeda dengan pelaksanaan OMC. Saat terjadi kebakaran hutan dan lahan, udara dapat mengandung partikel debu, asap, jelaga, dan
partikulat halus lainnya yang berasal dari proses pembakaran. Partikel-partikel tersebut dapat terbawa oleh tetesan hujan, terutama
pada hujan awal setelah periode udara tercemar.
Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap pemanfaatan air hujan saat ini lebih berkaitan dengan kemungkinan adanya partikel hasil
pembakaran yang berada di atmosfer, bukan karena adanya Operasi Modifikasi Cuaca. Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan
untuk mengendapkan dan menyaring air hujan terlebih dahulu sebelum digunakan, terutama apabila air tersebut akan dimanfaatkan untuk
kebutuhan rumah tangga.
Selalu periksa kebenaran informasi yang beredar melalui sumber resmi dan tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi
yang belum terverifikasi. Informasi resmi terkait cuaca, iklim, kualitas udara, maupun Operasi Modifikasi Cuaca dapat diperoleh
melalui kanal komunikasi resmi BMKG.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses layanan informasi cuaca BMKG melalui:
Website https://kalbar.bmkg.go.id;
Whatsapp : 0811-5711-567;
Akun media sosial instagram : @bmkg_kalbar;
Aplikasi iOS dan android "InfoBMKG";
atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.
Mari bersama cegah karhutla. Cuaca panas, jangan lengah!
#BMKG #Karhutla #WaspadaKarhutla #BMKGKalbar #PeringatanDini
