Diskusi Ilmiah Formetika Bulan Maret 2022

Pontianak, 23 Maret 2022

Pada hari Senin, 21 Maret 2022 telah dilakukan diskusi ilmiah secara online membahas tentang evaluasi operasional BMKG di Kalimantan Barat, kejadian cuaca ekstrem dan potensi terjadinya kondisi ekstrem kembali bulan April  2022. Acara ini melibatkan 8 Kepala UPT BMKG Kalimantan Barat beserta para Prakirawan dan Tim TU BMKG Kalbar.

 

Peningkatan layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika terus dilakukan di UPT BMKG Kalbar melalui berbagai media setiap UPT antara lain website, instagram, facebook, twitter, youtube, radio, email, group percakapan whatsapp dan telegram. Bagi UPT yang saat ini belum mempunyai website dapat membuat landing page yang cukup mudah dibuatnya dan telah banyak penyedianya secara gratis.

 

Kondisi cuaca pada bulan Februari hingga pertengahan maret dominan terjadinya jeda hujan yang memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Kalbar bagian barat. Wilayah Kalimantan Barat bagian timur curah hujan masih cukup banyak, sehingga memicu terjadinya bencana banjir ataupun tanah longsor di beberapa wilayah. Informasi awal potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta informasi peringatan curah hujan tinggi telah disampaikan melalui surat resmi ke Pemerintah Daerah, Stakeholder, dan Instansi terkait. Informasi juga disampaikan melalui press release yang disebarkan ke berbagai media, yang selanjutnya informasi tersebut diperbarui rutin dan secara berkala.

 

Berdasarkan prakiraan curah hujan bulan April hingga Juni 2022 di Kalbar terindikasi beberapa wilayah curah hujannya menengah hingga rendah yaitu di Kab. Sambas, sementara curah hujan tinggi dominan terjadi di Kalimantan Barat bagian timur. Pada wilayah Kalimantan Barat bagian timur tersebut potensi curah hujannya kategori Rendah hingga Menengah.

 

Kondisi umum gelombang pada bulan April hingga Mei 2022 diprakirakan tidak terlalu signifikan, namun perlu diwaspadai peningkatan tinggi gelombang ketika terjadi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang di laut bisa meningkatkan tinggi gelombang.

 

Stasiun Meteorologi Ketapang menyampaikan paparan nilai ekstrem curah hujan, suhu udara, kecepatan angin dan unsur lainnya. Banyak wilayah Kalbar terdeteksi sebagai titik panas pada kejadian el nino lemah maupun kuat. Sehingga wilayah Kab. Ketapang ke depan masih perlu terus waspada potensi mudahnya terjadi kebakaran hutan dan lahan terutama jika terdapat potensi hujan rendah kurang dari 150 mm per bulan.

 

Delapan UPT BMKG Kalimantan Barat berkomitmen memberikan informasi peringatan dini akan terjadinya cuaca dan iklim ekstrem melalui media-media intern, media cetak dan media massa lokal, demi minimalnya terjadi resiko akibat bencana hidrometeorologis.