BPBD Kabupaten Bengkayang dan BMKG Kalimantan Barat Perkuat Kemitraan

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak menerima kunjungan Tim BPBD Kabupaten Bengkayang hari Kamis tanggal 21 April 2022. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi untuk memperkuat kemitraan khususnya dalam bidang kebencanaan. BMKG bekerja dengan memberikan informasi peringatan dini potensi akan terjadinya kondisi cuaca ekstrem sebelum kejadian hingga pembaruan monitoring saat dan setelah kejadian kondisi cuaca ekstrem. BPBD yang bergerak atau merespon informasi peringatan dini cuaca ekstrem hingga ketika terjadi bencana sampai setelah kejadian bencana langsung menyentuh masyarakat.

 

BPBD Kabupaten Bengkayang yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan menjelaskan betapa pentingnya menjalin hubungan baik antara dua instansi ini untuk memudahkan koordinasi terkait cuaca dan kebencanaan. Terlebih wilayah Kabupaten Bengkayang yang cukup panjang, sehingga kondisi cuaca sangat bervariasi, dimana di sekitar Kota Bengkayang sering terjadi hujan lebat, namun di Pesisir Bengkayang sering panas yang memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Hingga wilayah Laut, sehingga perlunya informasi gelombang dan kondisi cuaca di Laut bagi keselamatan para Nelayan.

 

Sinergi ini sangat penting karena BPBD memerlukan informasi yang cepat atau jauh-jauh hari dan juga tepat sehingga kesiapan menghadapi potensi akan terjadinya bencana dapat dilakukan lebih baik. BMKG juga terbantu dengan adanya media-media dari BPBD sehingga diseminasi informasi BMKG dapat lebih luas, dan tentunya informasi dari BMKG dapat sangat berguna dalam kegiatan mitigasi kebencanaan.

 

Diberikannya plakat kepada BMKG kunjungan ini merupakan simbolis sinergitas yang baik pada kedua instansi. Sebelumnya pada tahun 2021 Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak telah melakukan kunjungan kerja ke BPBD Kabupaten Bengkayang dalam rangka melakukan identifikasi peta rawan bencana sebagai salah satu bahan dalam pengimplementasian pembangunan prakiraan cuaca berbasis dampak.