Seminar sehari dalam rangka Hari Meteorologi Dunia ke-69 tahun 2019

Pada tanggal 25 Maret 2019 di lakasanakan kegiatan seminar sehari  dalam rangka Hari Meteorologi Dunia ke – 69 tahun 2019 di Provinsi Kalimantan Barat, dengan tema Matahari, Bumi, dan Cuaca Untuk Keselamatan dan Kesejahteraan. Kegiatan ini di buka secara resmi oleh Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak Ibu Erika Mardiyanti, S.Kom, M.Si dan hadiri oleh pejabat stuktural serta staff UPT BMKG Provinsi  Kalimantan Barat. Narasumber pada acara seminar ini adalah bapak Supriyadi, S.Tr (PMG Pelaksana Lanjutan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak), bapak M.Elifant Yughotomo, S.Si (PMG Muda Stasiun Klimatologi Kelas II Mempawah) dan bapak Mara Sahran Hasibuan, A.Md (PMG Pelaksana Lanjutan Stasiun Meteorologi Maritim Kelas IV Pontianak).

Bapak Muhammad Elifant Yuggotomo, S.Si. menyampaikan tentang kondisi dinamika atmosfer saat ini dan kemanfaatan pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) dalam rangka peningkatan produktivitas pangan oleh Petani melaui informasi iklim dan cuaca. Dengan kegiatan ini diharapkan informasi Iklim dan cuaca bisa tersampaikan lebih luas melalui kegiatan SLI ke para Petani di Indonesia.

Bapak Supriadi, S.Tr. menyampaikan tentang perkembangan kondisi cuaca terakhir di wilayah Kalimantan Barat dan penyampaian Kapasitas Kota Pontianak dalam menghadapi bencana, dimana saat ini Kota Pontianak baru mendapatkan nilai dalam kategori sedang dalam upaya menghadapi bencana. Ketersediaan informasi cuaca dan iklim menyumbang nilai yang cukup tinggi dalam hal ketangguhan terhadap bencana.

Bapak Mara Sahran Hasibuan, A.Md. menyampaikan pemaparan tentang Membangun kebudayaan peduli informasi cuaca.  Budaya mencari informasi cuaca sebelum beraktifitas masih kurang di wilayah Indonesia. Artinya masyarakat belum peduli terhadap informasi cuaca. Perubahan bisa dengan cara evolusi maupun revolusi. Perubahan secara revolusi berlangsung secara cepat, misalnya dengan cara kegiatan SLI, SLN, seminar BMKG dan sebagainya. Cara menumbuhkan budaya sadar cuaca ini bisa dimulai dari kita sendiri, selanjutnya ke lingkup keluarga hingga masyarakat di sekitar kita.