Rapat Koordinasi Pembangunan Shelter InaTEWS untuk Penguatan Sistem Peringatan Dini

Jakarta - Sebagai wujud upaya penguatan kemampuan monitoring dan analisis Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menggelar Rapat Koordinasi Pembangunan Shelter InaTEWS. Rapat yang akan dilaksanakan pada tanggal 3-5 Maret 2020 di Hotel Grand Mercure Kemayoran ini dihadiri oleh Kepala Balai, Kepala UPT Koordinator Provinsi, dan Pejabat Pembuat Komitmen daerah.

Kegiatan penguatan dan pengembangan InaTEWS telah dilaksanakan sejak tahun 2019 setelah terjadi rangkaian gempabumi kuat dan tsunami pada tahun 2018. Sebanyak 194 shelter InaTEWS yang dipasangi sensor seismograph telah berhasil dibangun selama tahun 2019. Hal ini dilakukan untuk merapatkan jaringan, guna meningkatkan performa kecepatan dan keakuratan perhitungan magnitudo gempabumi.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati yang berkesempatan hadir dalam rapat koordinasi tersebut mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada segenap pelaksana Kegiatan Pengembangan dan Penguatan InaTEWS atas kerja sama dan upaya dalam mensukseskan kegiatan ini.

"Sebuah pencapaian yang luar biasa, mengingat waktu pelaksanaan yang sangat singkat, tapi kita dapat melakukan dengan sangat baik. Ini semata-mata untuk tujuan luhur yaitu menyelamatkan masyarakat Indonesia dari ancaman gempabumi dan tsunami," ujar Dwikorita.

Sebagai imbas dari keberhasilan tahun lalu, tahun 2020 ini BMKG kembali mendapat kepercayaan untuk melanjutkan kegiatan penguatan dan pengembangan InaTEWS. Sebanyak 175 sensor ditargetkan dapat dipasang untuk memperkuat sistem yang sudah ada. Dwikorita pun optimis target ini dapat tercapai meskipun tentu saja beberapa tantangan akan dihadapi terkait penentuan lokasi pemasangan sensor. Untuk itu, Dwikorita berpesan agar berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

"Lokasi titik-titik pemasangan tahun ini akan lebih sulit dari tahun lalu, sehingga mohon dukungan kuat dari para UPT BMKG agar pemasangan bisa berhasil. Lakukanlah survey, pilih lahan yang ideal, catat koordinat, kemudian segera lakukan negosiasi dengan pemerintah daerah agar dapat melakukan pemasangan sensor-sensor di lokasi yang telah ditentukan tersebut," lanjut Dwikorita.

Menutup arahan dalam rapat koordinasi ini, Dwikorita berharap pengembangan jaringan sensor InaTEWS ini akan menghasilkan data-data sangat valuable. Selain untuk kepentingan operasional, data-data yang dihasilkan nanti dapat digunakan sebagai sumber kajian-kajian yang diharapkan dapat melahirkan inovasi teknologi. Hal ini juga akan diperkuat dengan penguatan kapasitas SDM melalui studi lanjut S3. Kemudian penguatan sinergi antar pakar dan lembaga terkait akan mewujudkan tujuan utama yaitu untuk keselamatan jiwa, infrastruktur dan lingkungan.