KEJADIAN GETARAN TANAH DI KEC. SUHAID, KAB. KAPUAS HULU 06 FEBRUARI 2020

Berdasarkan Informasi Masyarakat melalui BPBD Kab. Kapuas Hulu bahwa pada tanggal 6 Februari 2020 pada pukul 01.15 WIB telah terjadi getaran pada permukaan tanah yg mengakibatkan rumah-rumah penduduk serasa bergetar dan menimbulkan keresahan warga. Kejadian tersebut berlangsung kurang lebih 15 s/25 detik khususnya terjadi di Desa Tanjung,  Desa Tanjung Harapan,  Desa Nanga   Suhaid dan Desa Madang Permai. Pada kejadian tsb dapat kami laporkan bahwa tdk ada korban jiwa dan kerugian harta benda.

 

Analisis BMKG mengindikasikan Tidak adanya signal gempabumi di sekitar wilayah kejadian pada waktu tersebut. Sensor pendeteksi gempabumi yang terdekat dengan wilayah Kec. Suhaid adalah Sensor gempabumi yang dipasang di Kab. Sintang. Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami, Bapak Dr. DARYONO, S.Si., M.Si. ʺdilihat dari origin time nya dan fakta tidak adanya kejadian gempabumi tektonik di Kalimantan Barat, maka diyakini itu adalah dampak gempabumi dalam di Laut Jawa Utara Madura pada tanggal 06 Februari 2020 jam 01.12.34 WIB Magnitude 6,3 Kedalaman 641 km . Salah satu ciri gempabumi dalam dengan kekuatan signifikan memiliki dampak guncangan dalam spektrum wilayah yang luas. Belum lagi jika wilayah tsb kondisinya tanah lunak (dan tebal) maka akan terjadi efek tapak lokal (local site effect) sehingga memicu terjadinya vibrasi periode panjang (long periode vibration) akibat gempabumi jauh tersebut. Sehingga meskipun  sumbernya jauh maka dapat terasa kuat goyangannya. Contoh kasus vibrasi_ periode panjang adalah gempa merusak Kota Michoacan Mexico  akibat gempa di subduksi 1985 M8.5 yg sumbernya sejauh 380 km. Kota ini mengalami kerusakan karena berada diatas rawa purba yg tanahnya lunak. Jadi dampak gempabumi tidak saja akibat jarak dan magnitudo, tapi kondisi tanah setempat juga sangat menentukan. Apalagi kawasan tanah gambut tebal tidak kompak maka akan terdampakʺ.

 

Saat ini BMKG sedang membangun jaringan pendeteksi gempabumi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat. Saat ini sudah ada 3 alat Pendeteksi gempabumi yang aktif dan beroperasi di Kalimantan Barat, yaitu di Kab. Sintang dan Kab. Ketapang (Nanga Tayap dan Kendawangan). Tahun 2020 ini BMKG akan membangun 7 Shelter Broadband Seismograph di Kalimantan Barat, yaitu di Kab. Sambas, Kab. Landak, Kab. Kayong Utara, Kab. Sanggau, Kab. Melawi, dan Kab. Kapuas Hulu (2 buah). Dengan semakin rapatnya jaringan pendeteksi gempabumi di Kalimantan Barat ini diharapkan informasi getaran atau gempabumi di Kalimantan Barat bisa dideteksi dengan tepat, cepat dan akurat.

 

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempabumi. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempabumi, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempabumi yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android)

 

Pontianak, 06 Februari 2020

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak,

 

ERIKA MARDIYANTI, S.Kom., M.Si.