Dialog Interaktif Bersama DPRKPLH di RRI Pro 1 Pontianak

Pontianak - (13/07/2019) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak menghadiri kegiatan dialog interaktif pada program dinamika khatulistiwa di RRI Pro 1 Pontianak hari Sabtu Tanggal 13 Juli 2019 mulai jam 08.00 sampai 09.00 WIB. Topik yang dibahas pada kesempatan kali ini mengenai "Cegah Dini Karhutla". Narasumber pada kegiatan ini adalah Bapak Sutikno, S.P. selaku Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak, dan Bapak Ir. H. Adi Yani, M.H. selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Provinsi Kalimantan Barat. acara ini dipandu oleh Bapak Ferry dari RRI Pontianak.

 

Dijelaskan bahwa walaupun pada tanggal 12 Juli 2019 yang lalu sudah ada hujan di Kalbar, namun beberapa hari ke depan potensi hujan mulai berkurang kembali. Akumulasi total curah hujan di Kalbar pada bulan juli sampai bulan september diprakirakan secara umum dalam kategori rendah. Diprakirakan indeks nino saat ini hingga akhir tahun nanti dalam kategori normal atau tidak berpotensi terjadi el nino lemah lagi, setelah sebelumnya pada bulan Juni 2019 BMKG merilis potensi el nino lemah hingga akhir tahun 2019.

 

DPRKPLH melalui Badan Restorasi Gambut telah melakukan beberapa kegiatan untuk menanggulangi potensi kebakaran di lahan gambut yaitu dengan 3R : Rewetting (Pembasahan kembali gambut), Revegetation (penanaman kembali) dan Revitalization of local livelihoods (Revitalisasi sumber mata pencaharian masyarakat) di dalam implementasi restorasi gambut di provinsi target. Pembasahan kembali gambut dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pembasahan gambut antara lain: sekat kanal (canal blocking), penimbunan kanal (canal backfilling), dan sumur bor (deep wells); sedangkan revegetasi gambut dilaksanakan melalui intervensi aktif seperti: pembuatan persemaian, pembibitan dan penanaman; maupun intervensi non-aktif seperti mempromosi regenerasi alami (natural regeneration) dan promosi agen penyebar benih (seeds dispersal mechanism). Sementara itu, kegiatan revitalisasi sumber mata pencaharian dilaksanakan dengan cara mengembangkan kegiatan-kegiatan sumber mata pencaharian alternatif dan berkelanjutan yang ramah gambut baik berbasis lahan (land-based), berbasis air (water-based), dan berbasis jasa lingkungan (environmental services-based).