Dialog Interaktif Penanganan Bencana Akibat Cuaca Ekstrem Wilayah Kalimantan Barat di RRI Pro 1 Pontianak

Pontianak – 11 Juni 2018

Melalui RRI Pro 1 Pontianak, telah diselenggarakan Dialog Interaktif dengan narasumber Ibu Dina Ike Ayu Mardiningtyas, S.Tr. selaku Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak dan Bapak Edy Susanto selaku Kasi Pencegahan BPBD Provinsi Kalimantan Barat. Tema yang diangkat pada kesempatan kali ini mengenai "Upaya Penanganan Bencana Dampak Cuaca Ekstrem di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat". Dialog ini berlangsung selama 1 jam mulai jam 08.00 – 09.00 WIB dengan Presenter Vico Alhadi.

 

Dijelaskan bahwa saat ini Kalbar masih berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang bisa disertai dengan petir dan angin kencang berdurasi singkat. Diprakirakan pada Dasarian ke 3 bulan juni potensi turunnya hujan sudah mulai rendah dan bisa berlangsung hingga akhir bulan september 2019 kondisi potensi rendah curah hujan tersebut, sehingga perlu diwaspadai potensi akan datangnya kebakaran hutan dan lahan lagi di Kalimantan Barat ke depan.

 

Terkait bencana cuaca ekstrem, BPBD menjelaskan bahwa perlunya Masyarakat untuk mengetahui tata cara mitigasi untuk potensi bencana apapun, karena jika bencana itu datang maka faktor diri sendiri dan orang di sekitarnyalah yang berpengaruh besar terhadap keselamatan atas ancaman bencana. Masyarakat harus memahami potensi bencana apa yang akan sering melanda di wilayahnya. Disampaikan juga pentingnya mitigasi dengan cara revegatasi, karena mesin pembunuh nomor 1 saat ini adalah tsunami, sehingga jika di semua bibir pantai ada pohon yang cukup maka potensi bencana tsunami bisa diminimalisir. Selain itu pohon-pohon tersebut juga bisa menyerap karbon yang bisa menekan laju pemanasan global, sehingga perubahan iklim dan dampak cuaca ekstrem yang akibat pemanasan global bisa ditahan.