Budaya Antisipasi Dini Terhadap Bencana

Jakarta, Rabu (21 November 2018) / Dengan mengangkat judul "Membangun Budaya Antisipasi Dini Terhadap Bencana", Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa BMKG menyadari budaya waspada atau antisipasi dini untuk selamat bencana harus dibangun baik dengan sengaja atau dipaksa melalui proses yang tersistim seperti melalui beberapa tahap berikut ini :

  1. Adanya perencanaan wilayah dan tata ruang
  2. Pengetatan tata ruang berbasis mitigasi bencana
  3. Perlu penegakan regulasi serta building code
  4. Pentingnya audit dan sertifikasi bangunan
  5. Penguatan mitigasi melalui edukasi, pelatihan dan gladi
  6. Monev dan inovasi / langkah terobosan.

Hal ini disampaikan Kepala BMKG dalam Seminar Nasional yang bertemakan "Sinergi Pengelolaan Risiko Kebencanaan Menuju Permukiman Tangguh Bencana" yang diadakan Kementerian PUPR, bertempat di Auditorium PUPR, Jakarta.

 

Seminar Nasional ini digelar dalam rangka peningkatan kesadaran, kesiapsiagaan serta sinergi antar pemangku kepentingan termasuk di dalamnya Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten / Kota sebagai upaya mitigasi dan manajemen kebencanaan. Kegiatan ini juga merupakan sebuah momentum baik dalam upaya peningkatan peran dan tanggung jawab serta bentuk-bentuk kerjasama yang diperlukan berbagai pihak dalam membangun sebuah sistim manajemen bencana yang terukur sejak tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pasca bencana agar bisa membentuk pemukiman penduduk yang lebih tangguh dalam menghadapi ancaman bencana.