BMKG Perkuat Koordinasi untuk Pembangunan Nasional

JAKARTA, Selasa (23/4) - Menteri / Kepala Badan Perencanaan Nasional RI, Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro dengan didampingi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Dwikorita Karnawati, membuka kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) dan Rapat Koordinasi Pembangunan Nasional (RAKORBANGNAS) di Auditorium BMKG.

Rakornas dan Rakorbangnas yang dilaksanakan dari Selasa (23/4) hingga Jumat (26/4) ini diikuti 482 peserta dari Kantor Pusat BMKG, Para Pejabat UPT/ Daerah, Dharma Wanita Persatuan Daerah dan Pusat, serta Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG).

Kegiatan Rakorbangnas tahun ini mengangkat tema Menuju One Observation Policy, "Sinkronisasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk Indonesia Selamat dan Sejahtera." Sementara untuk tema dari Rakornas tahun ini, yaitu Smart SDM Menuju Global, "Dengan Spirit Socioenterpreneurship."

Dwikorita menuturkan dalam Rancangan Teknoratik Rencana Pembangunan Jangka menengah 2020-2024 isu bencana dan perubahan iklim menjadi topik khsusus yang akan memberikan arahan bagi sektor dan regional dalam penyusunan rencana pembangunan untuk lima tahun ke depan.

Untuk tahun 2020 yang saat ini berlangsung, tambah Dwikorita isu bencana dan perubahan iklim akan menjadi program prioritas yang sasarannya mewujudkan pembangunan ketahanan bencana serta pembangunan rendah karbon.

Untuk hal ini, peran strategis BMKG dalam perkembangan global pengamatan cuaca dan perubahan iklim sangat diperhatikan.

"Kegitan Rakorbangnas ini menjadi sangat strategi karena menjadi forum untuk sinkronisasi dan koordinasi kebijakan satu observasi serta pemantauan dan evaluasi terhadap efektivitas penyelenggaraan meteorologi,klimatologidan Geofisika.

Pertemuan koordinasi pembangunan ini, lanjut Dwikorita sebagai langkah penyiapan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah pada tiap tahun anggaran dan menjadi masukan untuk perencanaan pembangunan Nasional.

"Kita perlu mempertimbangkan perencanaan pembangunan yang rawan bencana, mengingat wilayah Indonesia rawan bencana alam, seperti pembangunan infrastruktur dan bangunan yang tahan gempa,pembangunan jalur evakuasi bencana di wilayah permukiman dan perkantoran,serta adaptasi perubahan iklim di berbagai sektor," ucap Dwikorita.

Sambung Dwikorita, ia menuturkan pertemuan sinkronisasi dan koordinasi ini sangat tepat untuk meningkatkan kerjasama BMKG dengan pihak pihak terkait tersebut terutama untuk saling tukar informasi dan data observasi baik untuk penelitian,prediksi, maupun peringatan dini.

Sementara itu, Menteri/ Kepala BAPPENAS, Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro, menuturkan jika lembaganya akan siap membantu BMKG dalam menyebarluaskan informasi.

"Bappenas siap mendukung BMKG menjadi terdepan dalam menyediakan layanan informasi berbasis maritime, tidak hanya berbasis terrestrial," tutup Bambang. (Foto : Dok. Humas)