Perubahan Iklim

Ekstrem Perubahan Iklim

Analisis Anomali Suhu Udara Rata-rata Bulan Juni 2019

Suhu udara rata-rata bulan Juni di Indonesia periode 1981-2010 (rata-rata normal) sebesar 26 °C. Tahun 2019, suhu udara rata-rata bulan Mei sebesar 26,9 °C sehingga anomali peningkatan suhu udara rata-rata sebesar 0,9 °C.

Anomali suhu udara rata-rata bulan Juni 2019 yang diamati di seluruh stasiun pengamatan BMKG di Indonesia umumnya bernilai positif, kecuali di Stasiun Meteorologi Cilacap dan Dumatubun Tual yang memperlihatkan anomali suhu udara rata-rata bulan Juni 2019 bernilai negatif (Gambar 10). Anomali maksimum terjadi di Stasiun Geofisika Tangerang, sebesar 1,8 °C, sedangkan anomali minimum tercatat di Stasiun Cilacap, sebesar -0,2 °C.

 

Anomali suhu udara adalah perbandingan suhu udara pada tahun tertentu, relatif terhadap periode normal, dalam hal ini adalah rentang waktu tahun 1981-2010. Data obsesrvasi dari stasiun-stasiun BMKG dalam setiap provinsi dirata-ratakan sebagai nilai anomali suhu provinsi masing-masing. Hasilnya menunjukkan bahwa di wilayah Indonesia pada tahun 2016 merupakan tahun terpanas (0.8°C dibandingkan dengan periode normal 1981-2010), disusul oleh tahun 2015 di peringkat kedua (0.5°C dibandingkan dengan periode normal 1981-2010).

Tahun 2018 sendiri menempati urutan ketiga dengan anomali sebesar 0.46°C dibandingkan dengan periode normal 1981-2010.

Sebagai perbandingan, organisasi meteorologi dunia (WMO) secara global menempatkan tahun 2016 sebagai tahun terpanas yang pernah dicatat (1.2°C dibandingkan era pra industri). Disusul dengan tahun 2017 dan 2015 dengan kenaikan 1.1°C dibandingkan era pra industri. Tahun 2018 sendiri berada di urutan keempat untuk tahun terpanas secara global.

Anomali Suhu Udara Tahun 2018 Terhadap Normal

Anomali Suhu Udara Tahun 2017 Terhadap Normal

 

Anomali Suhu Udara Tahun 2016 Terhadap Normal

 

Anomali Suhu Udara Tahun 2015 Terhadap Normal