ANALISIS SEMENTARA KEJADIAN CUACA EKSTREM DI KALIMANTAN BARAT TGL 01 - 02 MEI 2020

Pontianak, 03 Mei 2020

Hujan sedang hingga lebat telah terjadi di Kalimantan Barat mulai tanggal 1 Mei 2020 hingga 2 Mei 2020. Berdasarkan data dari Stasiun Pengamatan di UPT BMKG Kalimantan Barat tanggal 01 Mei 2020 hujan sangat lebat terjadi di Stasiun Meteorologi Paloh sebesar 102,9 mm, sementara hujan lebat terjadi di Stasiun Meteorologi Pangsuma Kapuas Hulu sebesar 74,7 mm. Tanggal 2 Mei 2020 hujan masih terjadi hampir merata di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Cuaca ekstrem dilaporkan terjadinya angin kencang yang menimbulkan kerusakan rumah warga di Kota Singkawang. Berdasarkan analisis radar cuaca setidaknya ada 2 kali hujan skala lokal yang berpotensi disertai angin kencang ditunjukkan dengan nilai reflektivitas tinggi pada radar cuaca pukul 08.00 WIB dan 09.00 WIB di Kota Singkawang. Setelah 2 kali hujan lokal tersebut terjadi squalline (angin kencang skala luas) yang ditunjukkan dengan pola reflektivitas yang sangat panjang pukul 10.20 WIB. Hujan di singkawang masih terus berlangsung hingga pukul 15.00 WIB.

Faktor dominan pembentuk awan hujan yang menyebabkan cuaca ekstrem ini antara lain :  - hangatnya suhu muka laut di sekitar perairan Kalimantan Barat, sehingga suplai uap air untuk pembentukan awan hujan tersedia banyak. - kelembaban udara yang tinggi hingga lapisan 500 hPa, sehingga memudahkan pembentukan awan hujan. - adanya pola pusaran angin di Kalbar pada ketinggian 3.000 feet, sehingga massa udara terkontrasi berada di wilayah Kalimantan Barat

Informasi peringatan dini cuaca ekstrem  telah rutin disampaikan melalui beberapa media BMKG, seperti melalui Website : http://kalbar.bmkg.go.id, Media Sosial Instagram / Facebook : Info BMKG Kalbar, Aplikasi Android/IOS : Info BMKG, dan beberapa media grup percakapan whatsapp dan telegram. Masyarakat diharapkan bisa mengikuti perkembangan informasi dari BMKG pada media tersebut secara update.

Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak

Nanang Buchori,